Penyidik Markas Besar Kepolisian RI tidak menahan Basuki Tjahaja Purnama setelah dia ditetapkan sebagai tersangka. Kapolri Jenderal Tito Karnavian menjelaskan alasan penyidik tidak menahan Ahok.

Kapolri menjelaskan ada tiga alasan seorang tersangka untuk ditahan. Pertama, penahanan harus memenuhi syarat subjektif semua penyelidik harus bulat soal adanya tindak pidana. “Sementara dalam gelar perkara kemarin terlihat jelas adanya perbedaan pendapat ahli.

Adanya perbedaan pendapat dari saksi ahli tersebut mempengaruhi penyelidik. “Penyelidik dissenting tidak bulat meskipun didominasi oleh mereka yang sepakat ada tindak pidana. Karena tidak bulat maka unsur subjektif menyatakan tindak pidana itu tidak mutlak.

Alasan kedua, penahanan bisa dilakukan karena ada kekhawatiran tersangka akan melarikan diri. Sementara dalam kasus ini, Tito mendapat laporan dari Kabareskrim Komisaris Jenderal Ari Dono Sukmanto bahwa Ahok cukup proaktif.

Apalagi saat ini Ahok juga menjadi calon gubernur DKI Jakarta. “Ketika yang bersangkutan ditetapkan sebagai calon dan cuti, kecil kemungkinan yang bersangkutan melarikan diri,” kata Kapolri.

Penahanan juga dilakukan ketika ada kekhawatiran tersangka menghilangkan barang bukti. Sementara dalam kasus ini semua barang bukti sudah disita. “Jadi tidak ada kekhawatiran barang bukti dihilangkan.(*)