Tribratanewssoppeng.com – Makassar Sulsel, Salah satu pakar ilmu hukum dan kriminolog Prof. Heri Tahir mengungkapkan pembahasan Bhineka Tunggal Ika sebenarnya sudah selesai khususnya di Sulawesi Selatan, hal itu telah diikat dengan perekat kearifan lokal Sipakatau, Sipakainge dan Sipakalebbi.

“Bhinneka Tunggal Ika di Sulsel telah diikat dengan kearifan lokal Sipakatau, Sipakainge dan Sipakalebbi,” ucap Heri saat menjadi pembicara pada acara Coffee Morning  di Mapolda Sulsel, Senin (13/2/17).

Menanggapi sambutan Kapolda terkait fenomena kenakalan remaja yang ada di Sulsel khususnya kota Makassar, Prof. Heri Tahir mengatakan setidaknya ada ada beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya kejahatan-kejahatan di Makassar, pertama, kata Heri, pengaruh media, ini menjadi alasan kenapa kejahatan makin berkembang.

Lihatlah aksi mahasiswa sekarang yang menggelar unjuk rasa dengan membakar ban ditengah jalan, tidaklah semua itu mulai terjadi sampai apa yang ditampilkan media pada aksi demo besar-besaran tahun 1998,” ucapnya.

Yang kedua, kata Heri, adalah latar belakang keluarga dimana anak tumbuh, jika lingkungan keluarganya rusak maka hal ini akan lebih mudah menjerumuskan si anak jatuh pada jurang kriminal. Heri mencontohkan pada kasus yang terjadi di Sulsel dimana ada seorang anak berusia 14 tahun yang disuruh sama orang tuanya sendiri untuk melakukan tindakan kriminal.(*)