Mabes Polri, Tim gabungan Direktorat Narkoba Bareskrim Polri dan Direktorat Jenderal Bea Cukai berhasil mengamankan sindikat jaringan narkotika Internasional yang sering melakukan pengiriman melalui jalur laut.

Tersangka yang ditangkap TN alias AC (41) Warga Jalan Manggis,Bagan Kota, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan ilir, Riau yang berperan sebagai kurir dan AM alias AG (39) warga Kampung Amanah Asri, Kelurahan Leuwiliang, Bogor, Jawa Barat yang merupakan pengendali jaringan Indonesia dan penghubung dengan jaringan di Cina.

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian,M.A,Ph.D mengatakan kedua tersangka ditangkap di dua tempat berbeda. Tersangka TN alias AC (41) ditangkap saat menerima paket dari cina, Kamis (4/5/2017) di Komplek ruko Arcadia Blok H5,Jalan daat monggot, Tangerang.

Dikatakan Kapolri, Berdasarkan pengembangan dari tersangka TN alias AC (41), petugas berhasil menangkap tersangka AM alias AG (39), Minggu (7/5/2017) di Perumahan Taman Holis Indah, Bandung.

“ Petugas menyita barang bukti 14 Unit Buffer Damper yang berisi sabu dengan total 84 kg, 4 unit hp dari TN alias AC (41) dan 4 unit hp dan 6 sim card dari AM alias AG (39),” ujar Jenderal Pol Tito Karnavian,M.A,Ph.D.

Kapolri menambahkan, kronologis pengiriman barang haram ini yakni sabu disimpan dalam buffer damper yang terbuat dari besi setebal 2,5 cm yang memiliki rongga tempat penyimpanan narkotika. Sehingga tidak dapat dideteksi X- Ray dan 14 unit buffer damper dikemas dalam peti kayu dikirim dari cina dengan menggunakan kontainer.

“ Bila barang haram ini lolos dan masuk ke pasar maka sebanyak 504.000 jiwa generasi muda akan menjadi korban,” terang Kapolri.

Atas perbuatanya kini kedua tersangka diamankan di Mabes Polri dan akan dikenakan Pasal 114 ayat (2) juncto pasal 132 (2) UU RI Nomor 2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana penjara seumur hidup.(*)