Tribratanewspolressoppeng.id – Bertempat di Gedung pertemuan Hotel Kayangan Jl. Kayangan Kec. Lalabata Kab. Soppeng telah dilaksanakan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Membangun Sinergi Dalam Mencegah Peredaran Obat Ilegal” yang digelar oleh Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia ( IAI ) dan Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Kab. Soppeng, Selasa 24/10/16.

Bertindak selalu Pemateri yaitu Wakil Bupati Soppeng Supriansah S.H M.H, dan Kapolres Soppeng Akbp Indra Lutrianto Amstono SH. MS,i dihadiri oleh Sekretaris PD IAI Sulsel A. Alfian S,Si Api, M,Si , Ketua PC IAI Soppeng Drs. M. A. Yusran Apt. M.Kes, Ketua PC Pafi Soppeng Amrullah , S. Farm. Apt. M.Si.,

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Kasat Narkoba Polres Soppeng Akp Hajriadi, Para pemilik sarana Apotek, Pemilik Sarana Toko Obat, dan para Ketua Organisasi profesi kesehatan se Kab. Soppeng.

Dalam sambutan Kapolres Soppeng yang menjelaskan peran Polri dalam pencegahan peredaran obat ilegal di Kabupaten. Upaya – upaya nyata Polres Soppeng mencegah peredaran dan penyalahgunaan obat obatan di Kabupaten Soppeng diantaranya razia, seperti yang dilakukan sebelumnya ada beberapa obat daftar G yang tidak sepatutnya diperjual belikan ditemukan di beberapa Toko Obat.

Lanjut, Kapolres Soppeng berharap melalui kegiatan FGD ini, terjalinnya sinergitasi Pemilik Farmasi dan Apoteker tentunya berperan penting dalam membantu Polres Soppeng mencegah penyalahgunaan obat pbatan terlarang.

Beberapa waktu lalu Kita menemukan anak sekolah yang membawa obat daftar G seperti Tumolid bahkan alat Kontrasepsi, kita panggil orang tua serta gurunya, kita buatkan pernyataan dan kita kembalikan kepada orang tua untuk diberikan bimbingan, kita bersinergi dari pemerintah, Kepolisian, masyarakat dan rekan provesi, kita sudah melaksanakan penyuluhan di setiap Desa se – kab. Soppeng bersama Kesra Kabupaten di 70 Desa sehari 2 Desa ini salah 1 upaya dari kepolisian dari mencegah peredaran Narkoba khususnya di Kabupaten Soppeng, tambah Kapolres Soppeng.

“Saya harap perdagangan obat daftar G dan Kadaluarsa tidak terjadi di Kab. Soppeng, kita akan awasi penjualan obat. Saya harap pertemuan ini kita sama – sama bisa mengambil hikmahnya bawah pekerjaan ini adalah pekerjaan mulia, jangan menambah beban orang sakit tambah sakit, bisnis ini menggiurkan namun merugikan banyak orang, tidak bertanggung jawab memperjual belikan di kalangan masyarakat. Jangan sampai kita mencederai masyarakat, untuk kepentingan pribadi.

Sementara itu Wakil bupati soppeng Supriansa, SH, MH mengatakan dalam membangun sinergi dalam mencegah peredaran obat ilegal, bertujuan untuk melindungi masyarakat dari resiko kesehatan akibat menkonsumsi produk obat ilegal.

Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap maraknya masalah peredaran obat di Indonesia, antara lain regulasi yang tumpang tindih antar lintas sektor terkait, sehingga mengakibatkan tindak lanjut rekomendasi sanksi tidak optimal dan tidak konsisten. Peredaran obat ilegal termasuk palsu yang memprihatinkan seperti saat ini tidak hanya terjadi di Indonesia, bahkan di tingkat internasional juga menjadi problem besar yang harus diberantas secara sistematik.

Negara ini harus dijaga dari peredaran Narkoba dan segala jenis obat – obatan terlarang, di Soppeng ini harus keras menindak pelaku kejahatan Narkotika, ini adalah tanggung jawab kita bersama saling mengingatkan mari kita menularkan hal – hal kebaikan.

Dalam kegiatan juga dilaksanakan penandatanganan komitmen pencegahan obat ilegal dan penyalahgunaan obat di Kab. Soppeng sekaligus penyerahan Cendera mata.

Menjawab pertanyaan peserta terkait upaya Polres Soppeng mencegah peredatan obat daftar G yang diperdagangkan lewat online, Kapolres Soppeng menjelaskan bahwa Polres Soppeng mempunyai Patroli Cyber memantau Media Sosial, hal ini tentunya juga membutuhkan pengawasan kita bersama, dimana penggunaan internet dan media sosial harus diawasi untuk mencegah anak anak kita, keluarga kita dari kejahatan internet, salah satunya peredaran obat terlarang melalui Sosial media.